Bisik lirihku tertahan
Kala secuil rasa menyentuh lembut anganku
Ingin kutanyakan pada hembusan angin yang menampar lembut wajahku
Seringkah kau terusik rindu yang seolah membelenggumu…
Tak kusadari kemudian wajahmu menjelma dalam pikirku
Kharismamu menghiasi hari-hariku
Menggetarkan segenap jiwaku
Namun dikala saat ini kurasa kau tak lagi pedulikanku
Tiba-tiba terdengar sayup suara bergema di telingaku dan perlahan berkata padaku…
Diakah seseorang yang pernah kau impikan ketika kesadaran hinggap dalam dirimu
Diakah seseorang yang pernah berada dalam harapanmu
Tatkala keterpurukan datang menghampirimu
Diakah satu insan yang pernah membimbingmu
Keluar dari jeratan duka yang menghimpitmu
Diakah satu insan yang selalu berada di sisimu
Di saat kau inginkan seseorang untuk berbagi
Diakah satu insan yang kau percaya
Ketika kau ingin bahagia mengisi relung jiwamu
Diakah seseorang yang selama ini kau cari
Yang kan menerima kebaikan dan keburukanmu tanpa memandang siapa dirimu…..
Dan kujawab setiap pertanyaannya…..
Aku tak peduli akan semua yang pernah singgah dalam hidupku
Aku takkan menghiraukan ejekan dari waktu yang dulu mencoba menawarkan segenggam hayalan padaku
Aku takkan biarkan ragu membelengguku meski hanya separuh harapan yang dia janjikan padaku
Karena hanya suara cintalah yang aku dengar dan dialah yang dibawakan oleh cinta di hadapanku
Dan kuyakin bahagiaku ada padanya
Dan kukatakan padanya bahwa mencintai tak seharusnya mengharapkan bahagia
Karena itu bukan mencintai tapi memanfaatkan
Namun suara-suara itu seolah-olah terus menyangkalnya dan tanpa kusadari air mataku menetes…..
No comments:
Post a Comment