Hikmah Beriman kepada Takdir yang Baik dan yang Buruk :
1. Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar.
Ketika sukses supaya kita mensyukuri kuasa Allah SWT, dan ketika kita berada dalam cobaan agar kita menjadi bersabar dan selalu mengingat Allah SWT.
Ketika sukses supaya kita mensyukuri kuasa Allah SWT, dan ketika kita berada dalam cobaan agar kita menjadi bersabar dan selalu mengingat Allah SWT.
Surat An Nahl (16) ayat 53:
Ketika ada yang memuji kita maka ucapkanlah "Alhamdulillah ini semua karena Allah".Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.
2. Dapat menjauhkan diri dari keputus asaan
Alkisah Nabi Ibrahim memiliki 2 anak. Menikah dengan ibu Hajar, anaknya bernama Ismail dan tinggal di Mekkah. Kemudian menikah dengan ibu Sarah, anaknya bernama Ishak dan tinggal di Yerussalem yang merupakan awal keturunan Bani Israil/ Yahudi. Suatu ketika Siti Hajar dan Ismail ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim di tengah gurun nan tandus. Mereka ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim dikarenakan adanya perintah dari Allah SWT. Hingga suatu ketika air yang ditinggalkan Nabi Ibrahim habis. Siti Hajar berusaha mencari air di sekeliling sampai mendaki Bukit Safa dan Marwah berulang kali sehingga kali ketujuh (terakhir) ketika sampai di Marwah, tiba-tiba terdengar oleh Siti Hajar suara yang mengejutkan, lalu ia menuju ke arah suara itu. Alangkah terkejutnya, bahwa suara itu ialah suara air memancar dari dalam tanah dengan derasnya, di bawah Ismail. Air itu adalah air Zamzam.
Alkisah Nabi Ibrahim memiliki 2 anak. Menikah dengan ibu Hajar, anaknya bernama Ismail dan tinggal di Mekkah. Kemudian menikah dengan ibu Sarah, anaknya bernama Ishak dan tinggal di Yerussalem yang merupakan awal keturunan Bani Israil/ Yahudi. Suatu ketika Siti Hajar dan Ismail ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim di tengah gurun nan tandus. Mereka ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim dikarenakan adanya perintah dari Allah SWT. Hingga suatu ketika air yang ditinggalkan Nabi Ibrahim habis. Siti Hajar berusaha mencari air di sekeliling sampai mendaki Bukit Safa dan Marwah berulang kali sehingga kali ketujuh (terakhir) ketika sampai di Marwah, tiba-tiba terdengar oleh Siti Hajar suara yang mengejutkan, lalu ia menuju ke arah suara itu. Alangkah terkejutnya, bahwa suara itu ialah suara air memancar dari dalam tanah dengan derasnya, di bawah Ismail. Air itu adalah air Zamzam.
Kisah Nabi Yusuf pun mengilhami hikmah dari takdir, Nabi Yusuf merupakan anak dari Nabi Yakub. Nabi Yakub memiliki 12 orang anak, namun perlakuan istimewa Nabi Yakub terhadap Nabi Yusuf, membuat saudara-saudaranya menjadi iri. Mereka pun memiliki rencana jahat untuk mlenyabkan Nabi Yusuf. Hingga suatu ketika Nabi Yusuf mereka masukkan ke dalam sumur di tengah hutan, dan pakaian Nabi Yusuf mereka lumuri darah binatang. Sesampainya dirumah mereka mengadukan kepada Nabi Yakub mengenai Nabi Yusuf yang telah dimangsa oleh serigala. Mendengar kabar itu, Nabi Yakub bersedih hati.Beliau mencium pakaian Nabi Yakub. Namun saat mencium pakaian tersebut Nabi Yakub merasa aneh, karena bau darah yang menempel pada pakaian Nabi Yusuf, bukanlah bau darah manusia. Sehingga beliau mengatakan kepada anak-anaknya :
Surat Yusuf (12) ayat 87:
Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang kafir.
Terkadang Allah memberikan cinta kepada hambanya, dengan cara memberikan cobaan. Salah satunya dengan memberikan sakit, maka yakinilah penyakit ini sebagai penggugur dosa dan semoga dengan penyakit ini, kita dapat bertemu dengan Allah SWT nantinya dalam keadaan suci bersih dari dosa.
3. Memupuk optimisme dan ikhtiar yg sungguh-sungguh
Rosulullah sangat menyukai manusia yg penuh dengan optimisme.
Surat Al Qasas (28) ayat 77 :
Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yg berbuat kerusakan.
Berbuatlah kebaikan kepada orang lain, maka Allah akan membalas kebaikan tersebut kepada hambanya, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui perantara orang lain.
Narasi diatas merupakan sedikit hasil kajian Majelis Taklim Percikan Iman, dibawah bimbingan Ustad Aam. Semoga bermanfaat bagi saya dan anda.
(Ustad Aam, Masjid Telkom, 09.30 am s.d. 11.30 am, 01052011)
No comments:
Post a Comment