Laman

10 Sept 2011

Edisi Demam Panggung

Panas dingin, deg-degan, malam sebelumnya jadi ga bisa tidur ..#wew alay banget.
Tapi emang itu yang aku alami dan aku rasakan. Secara 1 hari sebelumnya aku baru dikasih tau sama si plt. Ka. TU untuk menjadi saritilawah di acara Halal Bihalal kantorku (sebenernya waktu itu Ka. TU nyuruh meminta aku untuk jadi pembawa acara, berhubung temanku yang awalnya diminta jadi saritilawah ga mau, so kita tukeran posisi). Owh..waktu yang mepet banget, selain itu terjemahan yang harus aku baca lumayan banyak 10 ayat, yaitu surat Al-Imran ayat 100-109.

Setelah mendapat instruksi itu, langsung aku menghubungi ibu dan membuat janji untuk diadakan privat via telp setelah pulang kantor. Kenapa minta privat sama ibu? ceritanya dulu waktu muda si bu pernah juga jadi saritilawah dan penyanyi qosidah. Setidaknya si ibu udah punya pengalaman lebih dibanding anaknya :). Dan taukah kalian apa yang terjadi? Setelah pulang kantor, ternyata aku ketiduran dan bangun-bangun jam 11 malem. Otomatis si ibu udah tidur, sebagai anak yang baik, ga berani donk buat bangunin ibu. 

Wua.. panik donk, tinggal 10 jam lagi... mana belum cari terjemahan, akhirnya aku buka-buka alqur'an terjemahan, diketik di word, langsung di print. Setelah itu aku baca ulang, mencoba untuk meresapi dan memahami artinya untuk memudahkan dalam pemenggalan kata, untuk disesuaikan intonasinya sehingga tidak bias. Dan akhirnya setelah latihan selama 3 jam, aku putuskan untuk berhenti latihan, mencoba memejamkan mata, biar besok kantung matanya ga besar (penampilan wajah juga perlu diperhatikan).

Well, akhirnya pada hari H-nya, aku datang ke kantor dengan rasa deg-deg ser. Sempet kaget juga ada yang bilang kalo aku cantik dan manglingi karna tumben-tumbenan pakai baju gamis dan high heels. Karna aku biasanya ke kantor selalu pake celana panjang, tas ransel dan sepatu lepek. Ejekan pujian mereka cukup bikin muka aku jadi merah dan langsung buru-buru ke ruangan, langsung nyari partnerku buat gladi resik, secara kemaren ga sempet. Ada masukan dan kritikan yang disampaikan teman-temanku saat latihan. 


Acarapun dimulai, setelah pembukaan oleh pembawa acara, tiba waktunya untuk tampil.  Bismillah, aku langsung berdiri dan berjalan menuju panggung. dengan jantung yang berdetak lebih kencang, keringat dingin, dan perut kontraksi. Setelah partnerku selesai membaca Al quran, gantian aku yang tampil. Saat mulai membaca terjemahan kakiku mulai gemetaran, untung saja suaraku tidak ikut gemetaran. Teman-temanku semua diam mendengarkan. Dan akhirnya selesai juga. Saat kembali ke tempat duduk banyak yang berkomentar bahwa  penampilan kami bagus, tahun depan bisa dikontrak buat jadi Qoriah dan Saritilawah lagi. Alhamdulillah ternyata tidak mengecewakan. Bahkan ada yang menawarkan aku buat jadi pembawa acara saat upacara 17 Agustus nanti. Hem..... aku pikir-pikir dulu deh, jadi saritilawah yang cuma 5 menit aja udah demam panggung kayak gini apalagi jadi  pembawa acara yang nyampe 1 jam lebih bisa-bisa pingsan (teriak batinku). 


Ini ceritaku, mana ceritamu??

No comments:

Post a Comment