Laman

13 Sept 2011

Pagi-pagi Bad Mood

Argggghhh.....rasanya pengen teriak sekenceng-kencengnya. Pagi kemaren jadi hari yang bener-bener ngeselin banget. Gimana gak, pagi-pagi udah ada yang ngomong pake nada tinggi, ada yang ngebentak-bentak. Padahal awalnya aku hanya mencoba untuk ngebantu dia, memberikan solusi untuk masalah pada aplikasinya dia. Karena aplikasi yang dia pegang, nantinya berpengaruh juga dengan aplikasi yang ku pegang. Kenapa berpengaruh? Karena hasil dari data yang dia input, nantinya dimasukkan ke aplikasi ku untuk menghasilkan laporan keuangan. Dan laporan keuangan yang dihasilkan haruslah memiliki data yang benar, terpercaya  dan tepat waktu tapi kalau untuk tepat waktu kayaknya belum deh, mengingat data yang dia berikan baru kemaren.. :hammer

Sebenernya ga cuma kali ini aja, dia bikin aku kesel. Sering saat penyusunan laporan keuangan dia sering ngebentak-bentak atau mempermalukan aku di depan umum. Pernah saat itu  aku memberi tahu dia mengenai perbedaan nilai dari perbandingan hasil aplikasi kami (aku tau adanya perbedaan dari seorang temanku di dunia maya, dia pakarnya aplikasi pelaporan), namun yang ada dia marah-marah dan ngebentak gitu, dia bilang aku ga tau apa-apa tentang aplikasinya. Dia sampai bilang ke senior, dan senior yang lain juga menyalahkan atas pendapatku. Aku hanya diam saja tertunduk saat itu. Aku malu karena saat itu kami berada di forum eselon 1. Dan akhirnya apa yang aku katakan benar. Dia hanya diam, tak meminta maaf padaku. Tapi tak apalah. Toh yang penting hasil dari pelaporan menjadi benar. Itu sudah cukup bagiku. 

Awalnya kami berdiskusi, aku menberitahu solusi jawaban dari temanku yang ahli pelaporan akuntansi, dan saat kemaren workshop perencanaan kas, aku juga sempat bertemu teman-teman yang pegang aplikasi BMN, mereka memberikan beberapa jawaban. Aku sampaikan kepada dia, dan seperti biasa saat berdiskusi dia mulai menjawab dengan nada tinggi lagi. Dan ujung-ujungnya tidak ditemukan jawaban yang pasti. Akhirnya aku mengalah...

Aku           : Ya sudah Pak, saya hanya memberikan masukan saja untuk bapak, saya juga tidak tau secara mendalam mengenai aplikasi bmn. Ada baiknya jika solusi saya ini disampaikan dulu kepada Pak Ce**  dan Pak E**. Apakah mereka setuju dengan solusi itu atau tidak.

Pak O*** : Nah trus gimana sekarang jadinya?? (What?? up to you deh aku udah BT)

Aku       :  Ya udah Bapak tanyakan dulu saja dengan Pak Ce** dan Pak E** .
 
Pak O***: Nanti lama gimana laporan keuangannya?

Aku      : Ya udah gpp telat, yang penting datanya bener aja.

Dan kali ini aku benar-benar kesal, aku lama-kelamaan juga ga bisa diperlakukan seperti ini. Akhirnya aku buat status di FB. 
Astagfirullah...pagi-pagi udah ada yang ngajak berantem ajah... bikin bad mood ajah.. :bata
*mentang-mentang ane masih junior... padahal ane kan cuma mo ngasih solusi...
Akhirnya dia baca juga status aku di FB. Dia esmosi lagi sepertinya. Dia bilang kalau aku mau dapet makanya sensitif dan salah persepsi. Aku pun menjawab komennya, aku bilang saja, ya kalau memang saya salah persepsi kan bisa bicaranya ga usah pake nada tinggi, toh awalnya saya juga mulai dengan baik-baik. Ga tau kenapa setelah 15 menit kemudian, komennya dia hapus, entah malu ato gimana. Mungkin karna ada Pak Gudang dan beberapa teman lain yang mendukung aku.

Tak lama kemudian, dia pergi keluar, entah kemana. Aku cuma mendapat sms dari Pak Gudang kalau dia macem-macem nanti kasih tau Pak Gudang ajah.. Nanti biar Pak Gudang dodet, kata dia (dodet, baru pernah denger. Ternyata artinya hajar... wew serem... ga mau sampe ada yang berantem).

10 menit kemudian dia kembali ke ruangan. Dia komen lagi di statusku dia seolah-olah ga mengerti dengan kejadian yang terjadi dan ingin mendodet orang yang menggangguku (what??? maksudnya apa nie???). Ga aku bales komennya. Aku diamkan saja daripada tambah berabe.

Sebenernya kalau dipikir-pikir status yang aku buat itu tidak menunjuk ke arahnya, aku tidak mencatut namanya. Toh saat pagi tadi, aku juga ga hanya bertemu dengan dia, aku bertemu dengan yang lain. Hem... dia menyadari kesalahannya sendiri..

Jam 14.30. Tiba-tiba dia datang padaku, dia memberikan backup ADKnya . Dalam hati berucap, bukannya dia tadi yang bilang mau konsultasi lagi sama Pak Ce** dan Pak E** dari balai lain?? Nah ini, napa dia langsung kasih ADKnya? menyuruh untuk memasukkan data ke aplikasiku. Dia bilang mulai dari Januari s/d Agustus saja. Oh tidak bisa (gaya sule) ... kan cuma data yang Agustus aja, jadi Agustus aja yang dimasukkin datanya (sebenernya rada ga percaya sama dia, soalnya waktu kemaren pernah, gara-gara dia laporan keuanganku jadi ancur. Gimana ga ancur dia input data di bulan Mei, tapi nyatetnya di bulan Januari. Ga pengen terulang kembali, masa-masa yang buat aku jadi stress... :hufth)Semenjak saat itu, aku menjadi  kurang percaya sama dia. Apalagi aku pernah diceritakan oleh atasanku tentang dia, aku cuma bisa geleng-geleng kepala ajah.

Dari jauh lubuk hatiku yang paling dalam...
  1. Aku sebenernya pengen kita bisa menjadi tim work yang baik, karna kita akan menghasilkan laporan keuangan dan itu ga bisa main-main. 
  2. Aku harus belajar aplikasi BMN agar aku tidak mudah di bohongi. Aku harus lebih memperdalam mengenai pengetahuan laporan keuangan. (Sayang aku gagal masuk seleksi diklat PPAKP, padahal aku pengen bisa ikut diklat itu. Mungkin belum rejeki dan mungkin karena Allah berpikiran bahwa aku lebih baik untuk meneruskan kuliahku dulu hingga selesai).
  3. Aku sampai saat ini masih ga tau maksud dia dibelakang nanti karena dia tiba-tiba memberikan adknya, aku punya feeling ga enak. But aku harus yakin Allah akan menjagaku... Allah akan melindungiku... Allah tau mana yang benar dan mana yang salah. Ga enak juga klo situasi di ruangan seperti ini (besok-besok ga kaya gini lagi deh... T.T)
  4. Bener kata mamah di kantor ga ada teman yang emang benar-benar temen, yang ada hanya kepentingan saja.
NB : Saat dia memberikan ADK, aku sudah meminta maaf padanya. Dia memintaku untuk menghapus komen Pak Gudang, tapi menurutku lebih baik aku hapus saja statusku itu. Aku tidak ingin memperpanjang masalah ini. Aku pengen curhat sama mamah.... :'( 

No comments:

Post a Comment